Mengenal C「The only way to win baccarat」umi

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Stok sepak bola indonesia

Cumi-cumi raksasa dThe onThe only wThe only way to win baccaratay to win baccaratly wThe only way to win baccaratay to win baccaratapat hidup ribuan kaki di bawah permukaan laut. Sangat sedikit sinar matahari yang dapat menembus kedalaman itu.

Peneliti menyebut jika penyebabnya adalah lantaran matanya yang sangat besar.

Namun satu dokumentasi berhasil dibuat pada 2012 saat tim ilmuwan kelautan memfilmkan A.dux muda di habitat aslinya, sekitar 630 meter di bawah laut selatan Jepang.

Baca juga: Temuan Langka, Cumi-Cumi Raksasa Terdampar di Pantai Afrika Selatan

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

Daftarkan email

Untuk beradaptasi, cumi-cumi raksasa mengembangkan mata terbesar di dunia hewan. Masing-masing mata cephalopoda itu sebesar bola basket, kira-kira tiga kali diameter hewan lain.

Sebagian besar pengamatan berasal ketika cumi-cumi raksasa ini mati atau sekarat di pantai.

Kepekaaan tersebut dapat menjelaskan mengapa cumi-cumi raksasa sangat sulit ditemukan di habitat aslinya.

Mengutip Live Science, Rabu (5/5/2021) meski digambarkan sebagai makhluk raksasa, kenyataannya Architeuthis dux memiliki ukuran tubuh lebih kecil dibandingkan penggambaran mitologi Kraken.

Sebab, di dunia nyata, A.dux, cumi-cumi terbesar di dunia ini mampu tumbuh dengan panjang sekitar 14 meter.

Baca juga: Hilang Selama Revolusi Hongaria, Fosil Cumi-cumi Vampir Ditemukan

Mata besar tak hanya membantu cumi-cumi raksasa berjalan di sekitar laut yang dalam dan gelap tetapi juga membuatnya sangat sensitif terhadap cahaya terang yang dipasang peneliti kelautan di kapal selam dan kamera bawah air mereka.

Dan sekarang sebuah penelitian yang dipublikasikan secara daring di jurnal Deep Sea Research Part 1: Oceanographic Research Papers melakukan analisi mengapa raksasa itu begitu sulit temui.

KOMPAS.com- Legenda Kraken dikisahkan sebagai makhluk mengerikan dengan tubuh sebesar pulau yang mengintai pelaut di samudera yang luas. Mungkin tak banyak yang tahu bahwa legenda yang diceritakan selama ribuan tahun itu ternyata terinspirasi oleh spesies cumi-cumi raksasa.

Setelah itu, cumi-cumi raksasa kembali dapat tertangkap kamera di habitat alaminya pada 2019 di Teluk Meksiko.

Terlepas dari ukuran jumbonya itu, cephalopoda ini memang merupakan makhluk laut yang misterius karena hampir tak pernah terlihat.

Baca juga: Peneliti Ungkap Gumpalan Misterius Penuh Embrio Cumi-cumi di Norwegia